Penyihir itu Hadir Dalam Wujud Seorang Kai Havertz

0
308

“Itu tentang menilai alternatif yang kami miliki dan kami memilih Oli (Giroud) untuk starting, Timo di bangku cadangan. Kami memiliki Kai yang bisa bermain sebagai No 9, jadi tidak perlu membawa No 9 keempat ke lapangan. ”

– KOMENTAR THOMAS TUCHEL PASCA PERTANDINGAN CHELSEA VS MANUTD.

Mungkin fans Chelsea banyak yang lupa bahwa Kai pernah diposisikan sebagai false nine saat melawan Liverpool di kandang sekitar bulan September. Namun hanya terlihat selama 45 menit karena efek Andreas yang pada saat itu berdosa dengan mengambil resiko merobohkan Sadio Mane. Kreatifitas Mount dan Timo Werner pada laga tersebut tertutup kabut karena Kai dirasa oleh fans tidak tampak di lapangan.

Fans Chelsea juga lupa kebangkitan Kai di laga tengah malam tadi, Senin masuk hari Selasa (8/3/21) bahwa dia sempat dinyatakan positif COVID-19 saat bulan November. Selama ini yang kita semua tahu bahwa Kai mengatakan posisi favoritnya adalah Nomor 10, namun dia menegaskan bahwa dia merasa nyaman di semua peran menyerang. Bersama Lampard, Havertz ditempatkan sebagai nomor 10 dalam formasi 4-2-3-1 atau sebagai nomor 8 dalam formasi 4-3-3 di sebelah kanan tiga orang para lini tengah.

Fans Chelsea juga lupa bahwa Kai pernah bermain sebagai “nomor 10 yang tepat” versi Tuchel. Tapi skor pada pertandingan itu tidak berubah yakni memperoleh 1 poin saja di kandang. Setelah laga tersebut nama Kai selalu dipertanyakan karena mengalami cedera otot. Seperti perdebatan Mason Mount dan Kai Havertz yang seolah-olah para fans harus berkontribusi langsung menentukan line-up, pada akhirnya jika tidak sesuai dengan skema yang diterapkan Tuchel apa boleh buat? Dan pertanyaan barusan juga bisa dibantah oleh Tuchel sendiri bahwa Kai mampu menjadi pemain hybrid yang tampil cukup impresif.

Fans Chelsea juga lupa atau mungkin tidak menyadari bahwa Kai memainkan laga terakhirnya bersama Leverkuesen sebagai false nine yang masuk sebagai pengganti Kevin Volland dan Lucas Alario cedera. Keputusan sang manajer, Peter Bosz, cukup tepat dan Havertz membuktikan dalam berkontribusi pada saat menyerang bahkan saat tim tidak menguasai bola. Havertz adalah bagian penting dari pers kolektif itu, baik dalam peran lini tengah serang atau sebagai false nine di akhir musim 2019-20.

Fans Chelsea mungkin sepenuhnya lupa apa yang telah dihadapi naik-turun mental hingga psikis Kai. Tapi sadarilah bahwa jika kalian di masa lalu mengatakan dia sedang mengantuk bahkan tidak bisa lari karena memang Kai belum mengeluarkan potensinya sesuai dengan nominal harga yang dia pikul saat ini. Bersama Tuchel sebagai pelatih yang pemarah sekaligus anggun jika berkomentar di depan media, Kai bisa membuktikan semua kemampuannya.

Sang Bos, Roman Abramovich, tidak ingin kecewa hanya satu keinginan untuknya tampil impresif dan Chelsea tetap konsisten memenangkan semua pertandingan. Hingga sampailah pada kesimpulan subjektif bahwa pembelian Kai Havertz adalah tidak sia-sia di bursa transfer di pembukaan musim ini. Versi terbaik dari false nine sudah cukup terlihat dalam diri Kai saat melawan Everton, meskipun gol dinyatakan sebagai gol bunuh diri, namun Kai Havertz menyihir semua fans Chelsea dan melupakan masa-masa kelam Kai sejak pertama kali dia menetap di Inggris. Kontribusi cukup maksimal dari Kai tapi jangan melupakan sosok Timo Werner yang harus sama-sama kita berdoa untuknya agar diberi kemudahan melewati ujian ini dan menuai hasilnya di kemudian hari.

Untuk fans Chelsea, jangan pernah berharap pada sesama makhluk karena mereka juga ciptaan-NYA atau bahkan sesama manusia karena manusia itu lemah. Jika kalian berharap sesuatu terhadap orang lain maka mau tidak mau kalian kemungkinan besar PASTI mendapatkan kekecewaan yang kedua kalinya. Demanding adalah hak, tapi mendoakan untuk terus semangat adalah kewajiban.

Sekarang nikmati diri kalian dengan aktivitas yang sedang kalian jalani. Tersenyumlah bahwa kemenangan ini masih dalam rangkaian 11 kali beruntun tak terkalahkan Tuchel. Maksimalkan kebahagiaan ini untuk terus menerus menyemangati para pemain dan minta maaflah kepada Kai atas kesalahan ucapan atau perilaku kalian di masa lalu.

Salam

Fans Far yang ingin semua fans Chelsea tidak gusar

Leave a Reply